Sirah Community Indonesia

Perjalanan Ibn Battutah Sampai ke Negeri China

“Ibn Battutah adalah seorang unik. Ia menyukai segala sesuatu yang unik.” —Dr. Husein Mu’nis. Kenali Ibn Battutah, penjelajah unik yang menempuh perjalanan luar biasa selama 29 tahun melintasi 44 negara, melampaui Marco Polo!

Ibn Battutah (Muhammad bin Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim al-Lawwati ath-Thanji), penjelajah dan sejarawan Berber dari Maroko. Ia dijuluki “penjelajah terbesar abad ini”. Perjalanannya dimulai tahun 1326 M untuk haji, namun berlanjut selama 29 tahun melintasi 44 negara dengan jarak 140.000 km, tiga kali lipat Marco Polo.

Webseries kami akan menyelami salah satu babak penting: misi diplomatiknya ke China! Perjalanan ini dimulai 22 Juli 1342 M, setelah 8 tahun menjabat qadhi di India. Sultan mengutusnya sebagai duta ke Raja China. Rombongan delegasinya dirampok di Aligarh, sehingga Ibn Battutah melanjutkan perjalanan ke China sendirian.

Ia berlayar dari pelabuhan Calicut, yang disebutnya “pelabuhan terbesar di dunia”, dengan kapal China yang sangat besar. Dalam perjalanannya, ia singgah di Maldives selama 1,5 tahun, diangkat sebagai qadhi, dan berkeluarga. Ia juga mengunjungi Sumatra dua kali (1344 M & 1347 M), menemukan kerajaan Islam di bawah Sultan azh-Zhahir serta mencatat komoditas lokal. Setibanya di China, ia tiba di Canton dan melanjutkan perjalanan darat ke Pekin (Beijing).

Di sana, ia mengamati bahwa Kaisar adalah keturunan Genghis Khan, dan komunitas Muslim hidup tertata serta dihormati di “Muslim Town”. Pengalaman perjalanannya dibukukan dalam Tuhfat an-Nuzhzhar fi Ghara’ib al-Amshar wa `Aja’ib al-Asfar yang selesai ditulis di Fes pada tahun 1355 M.

Siap menjelajahi keajaiban dan tantangan perjalanan epik Ibn Battutah ke China? Tonton web series kami dan selami kisah luar biasa penjelajah dunia yang unik ini!

Pengajar:
Ustadz Asep Sobari, Lc.
(Pendiri Sirah Community Indonesia)

Sampai jumpa di kelas ini ! 

by Sirah Community Indonesia