Sirah Community Indonesia

Pesan-Pesan Ekonomi Dalam Pidato Rasulullah SAW di Haji Wada

Pernahkah Anda memikirkan pesan ekonomi dalam pidato-pidato terakhir Rasulullah SAW? Temukan kebijaksanaan finansial dan sosial abadi dari Haji Wada` yang relevan hingga kini!

Di antara pesan-pesan ekonomi fundamentalnya adalah:

  • Kesucian Harta: Allah menetapkan kesucian darah, harta, dan kehormatan kalian.
  • Larangan Kezaliman & Harta Haram: “Jangan berbuat zalim!”. Tidak halal harta seorang muslim tanpa senang hati (thib nafs). Siapa mengambil harta dengan sumpah bohong, tempatnya neraka.
  • Penghapusan Riba: Semua riba Jahiliyah dihapus, riba Abbas bin Abdul Muththalib yang pertama.
  • Hindari Sifat Syuhh (Kikir/Serakah): Sifat ini menghancurkan umat terdahulu.
  • Penunaian Amanah: Amanah harus ditunaikan kepada yang memberi kepercayaan.
    Mukmin Sejati: Adalah yang membuat semua orang tenang atas harta dan nyawa mereka.
  • Keseimbangan Sosial: Allah membagi penghidupan agar sebagian dapat mempergunakan sebagian yang lain.
  • Perlindungan Kaum Lemah: Perhatikan hamba sahaya; beri makan dan pakaian yang sama, jangan menyiksa mereka.
  • Prinsip Keuangan Jelas: Wasiat tidak berlaku bagi ahli waris, istri tidak membelanjakan harta tanpa izin suami, pinjaman mesti dikembalikan, minhah dikembalikan, utang mesti dilunasi, penanggung utang adalah gharim.
  • Akuntabilitas Akhirat: Setiap orang akan diminta
  • pertanggungjawaban atas perbuatan mereka di hadapan Tuhan.

 

Pelajari bagaimana pesan-pesan ini membentuk fondasi kehidupan sosial dan ekonomi Islam yang relevan hingga saat ini.

Ingin memahami bagaimana prinsip-prinsip ekonomi dari pidato terakhir Rasulullah SAW dapat membentuk kehidupan kita? Tonton web series kami sekarang dan temukan hikmah abadi Haji Wada`!

Pengajar:
Ustadz Asep Sobari, Lc.
(Pendiri Sirah Community Indonesia)

Sampai jumpa di kelas ini ! 

by Sirah Community Indonesia